Desa Bangkit Sejahtera2021-08-26T14:31:32+08:00

Desa Bangkit Sejahtera

Adalah salah satu program pemberdayaan masyarakat (community development) yang telah dijalankan oleh Yayasan Hadji Kalla sejak tahun 2015. Dalam program ini dilaksanakan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di desa binaan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial dan ekonomi warga desa binaan.

Mulai tahun 2019, program ini disinergikan dengan program pemerintah pusat khususnya Kementrian Desa, yang membagi klasifikasi desa berdasarkan tingkat kesejahteraannya dengan menggunakan indikator yang disebut Indeks Desa Membangun (IDM).

Desa dengan tingkat kesejahteraan yang paling rendah diklasifikasikan sebagai desa sangat tertinggal, yang berarti taraf kehidupan masyarakatnya untuk ketahanan sosial,ekonomi dan lingkungan di bawah standar rata-rata. Sebaliknya desa dengan tingkat kesejahteraan yang paling tinggi diklasifikasikan sebagai desa maju, yang artinya taraf kehidupan masyarakatnya untuk ketahanan sosial,ekonomi dan lingkungan sudah jauh di atas standar rata-rata.

Program Desa Bangkit Sejahtera Yayasan Hadji Kalla memfokuskan membantu dan memberdayakan desa-desa sangat tertinggal yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan,Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Untuk tahun 2021 ini, Yayasan Hadji Kalla telah menetapkan akan membina 6 (enam) desa sangat tertinggal di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, 1 (satu) desa sangat tertinggal di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dan 2 (dua) desa sangat tertinggal di Kabupaten Majene Sulawesi Barat

Tujuan program pemberdayaan ini adalah untuk membantu Pemerintah Desa dan warga masyarakatnya dalam upaya meningkatkan nilai IDM desa mereka sekaligus meningkatkat taraf kehidupan mereka sesuai 3 bidang ketahanan, yakni : ketahanan sosial,ketahanan ekonomi dan ketahanan lingkungan.

Implementasi kegiatan program yang akan dilaksanakan dirancang sedemikian rupa agar sesuai parameter IDM desa dan kapabilitas YHK.

Untuk Ketahanan Sosial dilaksanakan : Pelatihan Calistung, Pendirian Perpustakaan Desa/Taman Baca Masyarakat, Penyediaan Pusat Kursus Ketarmpilan, Pembentukan dan Pengaktifan Kelompok Olah Raga,Perpipaan Air Bersih dan Penanggulangan Sampah.

Untuk Ketahanan Ekonomi dilaksanakan pelatihan penganekaragaman kegiatan ekonomi di desa yang bertujuan untuk menciptakan sumber penghasilan ekonomi yang baru  dalam masyarakat yang selama ini di dominasi dengan kegiatan pertanian,perkebunan dan peternakan. Contoh : Pelatihan Budidaya Ikan Air, Pelatihan Perbengkelan, Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Bawang Goreng dan Keripik Aneka Rasa, Pelatihan Menjahit dan lain-lain.

Untuk Ketahanan Lingkungan dilaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk memitigasi resiko bencana alam yang dapat terjadi sesuai tingkat kerawanan lingkungan di desa binaan. Misalnya : Kegiatan Pemberian Bantuan Bibit Pohon untuk ditanam masyarakat di lokasi-lokasi rawan longsor di desa, sekaligus edukasi tentang pentingnya memelihara lingkungan agar dapat terhindar dari bahaya longsor.

Di samping itu, Yayasan Hadji Kalla tetap menjalankan kegiatan-kegiatan sekunder atau Non IDM sesuai kebutuhan masyarakat di desa. Misalnya melaksanakan kegiatan pembinaan kelompok tani dengan Pelatihan Pemberantasan Hama & Penyakit Tanaman Kakao,pembinaan kelompok majelis taklim dengan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Muslim serta pembinaan kelompok sosial lainnya.

Semua kegiatan program pemberdayaan tersebut  dikordinasikan dan diimplementasikan bersama dengan pemerintah desa setempat. Hal ini untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tetap  dilaksanakan oleh pemerintah desa setempat walaupun Program DBS YHK sudah berakhir. Ketersediaan budget kegiatan dikembalikan kepada kebijakan pemerintah desa, apakah  dengan mengalokasikan budget kegiatan dari dana desa tahun berikutnya atau dengan menjadikan kelompok usaha/kelompok ekonomi yang telah terbentuk dalam Program DBS ini, diserahkan pembinaannya kepada BUMDES setempat.