Pemberdayaan Ekonomi Rakyat-Alpukat

Kawasan Malino di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup terkenal sejak jaman Pemerintahan Kolonial Belanda. Kawasan ini terkenal dengan hutan wisata berupa jejeran Pohon Pinus yang tinggi di antara bukit dan lembah.

Wisata Air Terjun Seribu Tangga, Air Terjun Takapala, Kebun Teh Nitto,Lembah Biru,Bungker peninggalan Jepang hingga Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kawasan ini.

Selain itu, Malino terkenal dengan hasil pertanian berupa buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng Gunung Bawakaraeng. Salah satu komuditi hasil pertanian Malino adalah Buah Alpukat yang terkenal dengan nama “Alpukat Malino”.

Namun beberapa tahun terakhir, produksi Alpukat Malino mengalami penurunan yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas produksinya. Hal ini disebabkan benih Alpukat yang dibudidayakan oleh para petani Malino merupakan benih lama yang mereka peroleh secara turun temurun. Usianya berkisar 20-30 tahun. Dari kualitas dan kuantitas produksi yang menurun ini menyebabkan banyak petani mulai beralih untuk menanam komuditas lain selain Alpukat. Karena buah Alpukat sudah dianggap tidak lagi memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, tidak akan lagi ditemukan buah Alpukat sebagai salah satu buah yang khas dari Malino.

Untuk itulah Yayasan Hadji Kalla bermaksud membina dan memberdayakan Petani Alpukat yang ada di kawasan ini.Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi komuditi Alpukat Malino, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Petani Alpukat dalam membudidayakan Alpukat yang sesuai dengan  standar Good Agriculture Practice (GAP). Sehingga manfaat yang akan diterima oleh petani bukan hanya peningkatan kemampuan dan ketrampilan budidaya dan hasil produksi namun juga diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi petani dari budidaya Alpukat.

Sebagai langkah awal, telah dipilih sebanyak 17 (tujuh belas) orang petani dari Kelompok Tani Parang Ta’jurru yang ada di Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Mereka akan menjadi kelompok tani binaan dan percontohan dalam program pemberdayaan ini. Untuk 17 (tujuh belas) orang petani ini akan dibagikan 1.000 (seribu) benih Pohon Alpukat varietas unggul yang di datangkan dari Penangkaran Benih Alpukat yang ada di Kota Semarang Jawa Tengah.

Sementara untuk pendampingan tenaga ahli sebagai narasumber, Yayasan Hadji Kalla telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Kementrian Pertanian yang ada di Kota Solok Sumatera Barat. Team Tenaga Ahli akan memberikan  materi pelatihan dan pendampingan dalam hal budidaya komuditi Alpukat ini. Salah satu materi pelatihan yang akan diberikan kepada kelompok tani binaan tersebut adalah pelatihan pembenihan Alpukat mandiri. Sehingga diharapkan kelak dari kawasan ini dapat terbentuk penangkaran Alpukat varietas unggul untuk memenuhi pasar pertanian khususnya yang ada di Sulawesi Selatan.

Format kerja sama antara Yayasan Hadji Kalla dengan Kelompok Tani Parang Ta’jurru , pun dimodifikasi sedemikian rupa. Bantuan benih Alpukat yang dberikan bukan merupakan hibah murni kepada petani (Endowment Program) namun dengan sistem bagi hasil (Profit Sharing), namun bagi hasil yang dimaksud bukan berbetuk materi/cash dari hasil panen namun berupa 1.000 pohon Benih Alpukat baru dari hasil pelatihan pembenihan mandiri yang diikuti oleh kelompok petani dalam program pemberdayaan ini.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani dalam rangka meningkatkan empati dan rasa tanggung jawab mereka untuk serius mengikuti program pemberdayaan ini. Selain itu untuk menjamin ketersediaan Benih Alpukat dan pengembangan program pemberdayaan ini di lokasi lain, di mana Yayasan Hadji Kalla tidak perlu menyiapkan dana khusus untuk pembelian benih Alpukat.

Diharapkan di akhir program, produksi Alpukat Malino akan meningkat signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas produksi yang dengan sendirinya akan meningkatkan penghasilan atau pendapatan petani dari produksi komuditi ini. Di samping itu,diharapkan pula akan terbentuk tempat penangkaran benih Alpukat varietas unggul di Kawasan ini sehingga memudahkan para petani di kawasan ini dan kawasan sekitarnya untuk mendapatkan benih Alpukat varietas unggul, sehingga tidak perlu membeli dari Pulau Jawa.