Yayasanhadjikalla.co.id; Jeneponto – Forum Literasi untuk Gerakan Nol Aksara Desa Tombo-tombolo memulai kegiatan perdananya dalam rangka menjadikan desa binaan Yayasan Hadji Kalla sadar aksara. Forum pertama ini dimulai pada 10 Desember 2019 di TBM Kalla Bangkit Sejahtera, Desa Tombo-tombolo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.       

Kegiatan perdana “Forum Literasi” bekerja sama dgn SKB Kabupaten Jeneponto, merupakan salah satu upaya mengaktifkan TBM (Tempat Belajar Masyarakat) yang dibentuk oleh Yayasan Hadji Kalla pada program DBS. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan desa binaan Yayasan Kalla ini desa sadar aksara, atau melek aksara. TBM Kalla yg telah dibentuk diharapkan mampu ikut serta pada kegiatan-kegiatan literasi, yang sudah menjadi program andalan pemerintah Jeneponto yakni gerakan Jeneponto Membaca. Sehingga, adanya forum ini juga. Secara langsung melibatkan remaja dan dewasa sebagai pengurus untuk ikut serta mengembangkan kapasitas diri melalui kegiatan literasi se-Kabupaten Jeneponto bahkan hingga di tingkat provinsi. TBM Kalla ini juga diharapkan, sebagai wadah untuk masyarakat umum untuk melakukan kegiatan-kegiatan positifnya semisal aksara latin, kerajinan dan kegiatan positif lainnya.

Dalam kegiatan perdana ini, hadir Sekretaris Desa Tombo-tombolo, perangkat desa, Kepala SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kabupaten Jeneponto, Ketua Forum Literasi Kabupaten Jeneponto dan para penggiat literasi.        

Selama kegiatan berlangsung, ada beberapa hal yg menjadi fokus diskusi antara kepala SKB, Ketua Forum Literasi, Pemdes, Penggiat Literasi, serta field facilitator  yakni desa Tombo-tombolo yang menjadi salah satu dari empat titik se-Kabupaten Jeneponto untuk pengembangan sudut baca kemudian menjadi TBM Kalla Sejahtera. Desa Tombo-tombolo di bawah komando DBS Yayasan Hadji Kalla, menjalin kerja sama dengan SKB telah masuk dalam daftar resmi di Kemendikbud sebagai desa binaan untuk peningkatan literasi (sesuai visi Pemda Jeneponto). Setelah dibentuk sudut baca ini, selanjutnya SKB, akan mendapat kunjungan dari tim Kemendikbud sebagai desa binaan keaksaraan latin dan hijaiyyah. TBM Kalla ini juga akan mendapatkan suplai buku-buku bacaan dari pihak SKB sebagai bentuk kerja sama serta sebagai salah satu usaha menjalin kerjasama yang baik sebagai desa binaan yang telah resmi terdaftar di Kemendikbud pusat. Lewat TBM Kalla Sejahtera ini juga, field facilitator Yayasan Hadji Kalla, Rezky Andayani dinobatkan sebagai salah satu penggiat Literasi di Kabupaten Jeneponto.

Hartamin, Sekretaris Desa Tombo-tombolo menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini sangat baik, dan sejalan dengan program desa yang sudah diajukan untuk program 2020 yaitu “Rumah Serbaguna”, di dalamnya fokus pada kegiatan literasi. “Adanya TBM Kalla Sejahtera ini, sangat memicu kami selaku pemdes untuk melanjutkan kegiatan ini. Mengingat upaya-upaya keras FF untuk melibatkan desa kami sampai ke tingkat kabupaten, padahal desa kami berada dalam tingkat buta aksara yang cukup besar. Kami berupaya menggiatkan Gerakan Jeneponto Membaca sebagai visi di desa kami juga, terima kasih DBS, sudah membawa desa kami menjadi lebih baik hingga terdaftar di Kemendikbud”, pungkasnya.

Sementara itu, Muh. Yanis Junain (Ketua Forum Literasi Kabupaten Jeneponto) menjelaskan bahwa dengan adanya TBM Kalla Sejahtera, bisa lebih terpacu dalam meningkatkan kualitas literasi di Desa Tombo-tombolo.

Senada dengan yang lain, Sri salah seorang penggiat literasi di Jeneponto melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Yayasan Hadji Kalla sangat mulia dengan mengembangkan budaya baca di desa, menjadi ibadah untuk warga desa, khususunya desa binaan Yayasan Kalla. Lebih keren lagi, terpilih menjadi desa binaan untuk di kunjungi Kemendikbud januari mendatang.

(Eky/Bur)