Yayasanhadjikalla.co.id, Makassar – Yayasan Hadji Kalla dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama di Wisma Kalla, Jl. Dr. Sam Ratulangi, Makassar pada Senin (17/6/2019).

Perjanjian kerja sama tersebut adalah untuk program penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Hadir langsung Direktur Eksekutif Yayasan Hadji Kalla  Mohammad Zuhair, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bone Dr. Andi Khasma Padjalangi, M.Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Eko Nugroho, Menejer Bidang Humanity & Environment Yayasan Hadji Kalla, Abdul Hakim dan perwakilan dari USAID.

Dokter Khasma mengatakan, bahwa program kerja sama ini adalah hal positif. Sehingga, Pemkab Bone bersedia bekerja sama.

Ia pun membahas beberapa pokok kerja sama untuk menurunkan AKI dan AKB.

“Banyak faktor yang memengaruhi angka kematian, memang kita ada bantuan dari APBD dan APBN, tapi kita berharap kerja sama ini bisa lebih membantu untuk menurunkan kasus AKI dan AKB, di Kabupaten Bone”, pungkasnya.

Ia pun mengungkapkan, beberapa faktor yang perlu untuk diperbaiki ke depan, yakni peningkatan sarana dan prasarana Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan peningkatan Sumber Daya Manusia tenaga kesehatan.

“Beberapa persoalan, misalnya sudah bagus alat kesehatan tapi masalah SDM yang kurang paham, ada juga bagus bidan dan tenaga kesehatan tapi alatnya kurang, di situ kita harus perhatikan dulu”, lanjutnya.

Ia juga mengatakan, bentuk program ke masyarakat mesti berkesinambungan.

“Bukan cuman ada konseling sesaat tapi terus menerus kepada ibu atau calon ibu. Misalnya, waktu yang tepat untuk hamil itu minimal umur 20 tahun, ini kita harus pahamkan ke masyarakat”, sambungnya.

Dinas Kesehatan dan pihak program Jalin USAID bakal juga akan ikut andil bekerja untuk menurunkan AKI dan AKB di beberapa lokasi di Kabupaten Bone.

“Beberapa lokasi kita ambil sebagai daerah percontohan, program ini semacam stimulan untuk Kabupaten Bone, minimal kita membangun budaya sehat dan menjaga kesehatan kepada ibu supaya bayi bisa selamat”, jelah Khasma.

Sementara itu, Mohammad Zuhair mengatakan, Yayasan Hadji Kalla mengambil Kabupaten Bone karena faktor sejarah dan sangat relevan dengan program AKI dan AKB.

“Kasus AKI dan AKB di Bone cukup banyak, dan daerahnya luas, sehingga memang butuh bantuan,” katanya.

Mohammad Zuhair menjelaskan bahwa Pemkab Bone dan Jalin USAID bakal mengusulkan program.

“Kita bantu sebagai program tambahan. Kalau kita lihat, satu kali kegiatan tahun ini, diharapkan ada keberlanjutan. Kita akan terima lagi usulan baru sebagai dasar untuk menentukan besaran dana untuk tahun depan,” katanya.

Pada Hari Ibu 22 Desember 2017, Indonesia dan Amerika Serikat mengumumkan peluncuran program baru yaitu ‘Jalin’.

Program itu  akan dilaksanakan selama lima tahun dengan total dana program mencapai 55 juta dolar amerika.

Dana tersebut untuk membantu menyelamatkan jiwa ibu dan bayi baru lahir dari kelompok tidak mampu dan rentan di Indonesia.

Melalui Jalin, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta.