Yayasanhadjikalla.co.id, Wajo – Hujan yang terus mengguyur beberapa daerah di Sulawesi Selatan sejak beberapa hari lalu, hal tersebut membuat sejumlah daerah terendam banjir dan ribuan warga mengungsi. Salah satu daerah yang terdampak parah banji rakibat hujan deras adalah beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo. Danau Tempe yang meluap karena telah diguyur hujan sejak beberpaa hari lalu menjadi penyebab terjadinya banjir.

Melihat kondisi yang semakin parah dan memprihatinkan dari wilayah yang terendam banjir dan sulitnya akses warga yang tidak bisa mendapatkan bantuan, Yayasan Hadji Kalla bergerak cepat dengan terjun langsung membawakan bantuan kepada para korban terdampak banjur yang rumahnya terendam.

Tepat pada Rabu (13/6), Tim Yayasan Hadji Kalla mampu mencapai lokasi banjir terparah yakni di Kecamatan Tempe. Bersama dengan Kepala Cabang Hadji Kalla Toyota Wajo dan seluruh karyawan,  tim Yayasan Hadji Kalla menuju langsung ke lokasi menggunakan perahu kecil berkeliling mendatangi satu-persatu rumah warga untuk memberikan paket bantuan berupa makanan dan selimut yang dibawa dari Makassar.

Kepala Cabang Kalla Toyota Wajo, Herdi Andi Aso menjelaskan bahwa sebelumnya Ia dan tim telah melakukan survei beberapa hari lalu untuk mendapatkan informasi lokasi terparah yang terkena banjir lalu langsung berkomunikasi dengan Yayasan Hadji Kalla untuk segera mengirimkan bantuan.

“Jadi sebelumnya kami telah melakukan survei untuk melihat daerah terparah dan dekat dengan kantor cabang  untuk kemudian disalurkan bantuan. Umtuk daerah yang paling parah adalah di desa baruorai dan barualau, dari data ynag kami dapatkan tersebut kami langsung melakukan komunikasi dengan Yayasan Hadji Kalla untuk segera mengirimkan bantuan kepada masyarakat”, jelasnya.

Lebih lanjut Andi Aso menjelaskan bahwa tim dari Hadji Kalla Toyota akan selalu siap untuk membantu warga di Kabupaten Wajo dan berharap bencana yang menimpa warga cepat usai sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Sementara itu data dari Kepala BPBD Kabupaten Wajo; Andi Ayyub menjelaskan bahwa ketinggian air di Danau Tempe yang meluap mencapai tujuh meter sehingga membuatnya meluap dan merendam beberapa kecamatan yang ada di sekitarnya.

“Semakin hari debit air semakin tinggi karena intensitas hujan yang sangat tinggi membuat luapan air di danau tempe. Dari data kami, sebanyak 10 ribu warga terdampak dan harus mengungsi, 8200 rumah terendam dan satu orang meninggal dunia akibat tenggelam. Daerah terdampak paling parah adalah di Kecamatan Tempe, Sabangparu dan Belawa. ketinggian air mencapai 7 meter”. Jelasnya.

Warga masyarakat di Kabupaten Wajo yang terkena dampak banjir berharap bahwa banjir segera surut sehingga mereka bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya. Selain itu, warga juga berharap bahwa pemerintah dan pihak-pihak terkait bisa segera memberikan bantuan kepada warga untuk meringankan beban mereka baik yang bertahan di rumah masing-masing maupun yang tengah berada di pengungsian.

Yayasan Hadji Kalla akan selalu siap untuk warga masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan ketika dibutuhkan terutama ketika bencana alam datang.