www.yayasanhadjikalla.co.id; Bulukumba – Dini hari sekira pukul 2.30, Muhammad Sidik telah menyelesaikan bacaan surahnya hingga juz ke 20. Setelah mengaji, Sidik; begitulah Ia disapa, bersiap untuk sahur dan menuju mesjid untuk menjadi imam sholat subuh. Sidik adalah satu dari 29 dai yang ditugaskan dalam program tebar dai oleh Yayasan Hadji Kalla bekerjasama dengan STIBA. Mahasiswa semester empat ini telah melakukan kegiatan dakwah selama tiga tahun, dan tahun ini Ia di tempatkan di Desa Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.

Selama bulan ramadhan Ia bertugas sebagai penggerak keagamaan di Desa Bontokamase. Kesan pertama yang Ia dapatkan ketika sampai dan tinggal di desa tersebut adalah keramahan warganya. Kehadirannya di desa begitu diterima dan dirasa menjadi berkah karena tidak semua desa di Kecamatan Herlang mendapatkan program tebar dai seperti yang sedang Ia lakukan sekarang. Dalam tugasnya, Sidik telah menjalankan beberapa kegiatan rutin yang dimassifkan selama ramadhan seperti memberikan ceramah tarawih, menjadi imam sholat hingga mengajar anak-anak di lingkungan desa cara membaca dan tajwid al-quran yang baik dan benar. Baginya mengajar anak-anak adalah bagian paling menyenangkan dalam tugasnya.

Mahasiswa 21 tahun asal Luwu Timur ini berpendapat bahwa Ia sangat menyukai anak-anak dan bisa bergaul dengan cepat. Saat ditemui oleh tim Yayasan Hadji Kalla di Desa Bontokamase, sosoknya memang terlihat sudah sangat akrab dengan anak-anak desa yang Ia ajari mengaji setiap sore. Dirinya berpendapat bahwa pendidikan yang paling baik adalah dimulai pada anak usia dini, ketika mampu menjadi dekat dan akrab dengan anak, maka kita bisa menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

Ba’da Ashar, anak-anak desa telah berbondong-bonfong menuju mesjid untuk belajar tajwid bersama Muhammad Sidik. Dengan menggunakan mushaf al-quran yang dibawa oleh tim Yayasan Hadji Kalla, terlihat anak-anak begitu bersemangat untuk belajar, sore itu sekitar 20 anak datang untuk belajar. Sidik berharap, anak-anak yang Ia ajari bisa menjaga semangat dan keberkahan ramadhan serta terus melaksanakan amal kebaikan hingga Ia kembali ke Makassar.

Syafruddin, salah satu tokoh pengurus Mesjid Al-Ikhlas Pangoki menuturkan bahwa kedatangan Sidik ke desa mereka menjadi sebuah berkah yang begitu besar, warga sangat senang dengan kehadiran dai di tempat mereka dan berharap, program tebar dai yang dilaksanakan oleh Yayasan Hadji Kalla bisa berlanjut di tahuntahun berikutnya, karena sangat membantu warga untuk bisa belajar dan lebih paham persoalan agama dan sunnah.

“Tentu ini adalah berkah yang sangat besar bagi kami, semua warga senang dengan Sidik dan saya berharap di tahun berikutnya ada lagi dai yang datang ke kampung kami yang dikirim oleh Yayasan Hadji Kalla untuk membimbing kami masyarakat desa dalam belajar ilmu agama dengan lebih baik”., tuturnya.

Ilham, salah seorang anak menggambarkan bahwa betapa senangnya Ia dan teman-temannnya belajar bersama Sidik.

“Ustad Sidik itu pintar, kami diajari mengaji dan cara tajwid yang benar, Ustad Sidik juga lucu jadi kami senang belajarnya”, ujar Ilham.

Sidik berharap bahwa apa yang diberikan kepada anak-anak dan masyarakat desa menjadi berkah dan mendapat balasan amal kebaikan dari Allah SWT.

Dalam program tebar dai ini, Yayasan Hadji Kalla mengirim 29 dai muda dari STIBA yang disebar di 29 titik di Provinsi Sulawesi Selatan dan akan bertugas hingga akhir ramadhan. Program ini dilakuakan dengan tujuan bahwa dengan adanya dai yang ditugaskan di desa, maka akan meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat desa terutama yang ada di pelosok.

*(Boer)