www.yayasanhadjikalla.co.id; Sidrap – Minggu (26/5), tim Yayasan Hadji Kalla sampai di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap. Perjalanan yang kurang lebih menempuh jarak 55 kilometer dari pusat kota Tanru Tedong, Sidrap menembus hutan dan kabut tebal dengan misi membawa Al-Quran Wakaf yang akan disumbangkan kepada mesjid desa.

Zainil Fadil, dai muda STIBA yang bertugas dalam program tebar dai yang dilaksanakan Yayasan Hadji Kalla menyambut tim bersama dengan sekretaris desa, bapak Hambali. Dalam program tebar dai ini, Yayasan Hadji Kalla bekerja sama dengan STIBA Makassar menyebar 29 dai muda yang bertugas untuk berdakwah di 29 titik yang ada di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan.

Saat menuju lokasi, tim Yayasan Hadji Kalla kesulitan untuk menghubungi dai yang bertugas sebab akses jaringan seluler benar-benar tidak ada karena lokasi desa yang berada di puncak gunung. Tim akhirnya harus terus berkendara menembus hutan di atas gunung menuju lokasi yang beruntungnya kendaraan roda empat masih bisa untuk masuk dan melewati jalan berbatu.

Sampai di lokasi, tim disambut oleh dai, Zainil Fadil. Selama bertugas, seperti teman-temannya yang lain Zainil juga bertugas untuk membawakan ceramah tarawih, imam sholat dan mengajar anak-anak mengaji di desa Compong. Namun yang paling mengesankan selama kurang lebih hampir tiga pekan adalah mengajar mengaji untuk para orang tua. Menurutnya sejak kedatangannya, bukan hanya anak-anak, namun orang tua juga meminta untuk diajar. Antusiasme terlihat saat tim menanyai warga tentang komentar mereka ataas ditugaskannya dai di desa mereka. Mereka melihat bahwa program yang dilakukan oleh Yayasan Hadji Kalla sangat membantu warga dalam belajar bak tua maupun muda  dan berharap kegiatan serupa tetap bisa dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

Zainil mengajari orang tua dan warga di desa setiap sore setelah anak-anak. Bukan hanya mengajari mengaji dengan tajwid yang benar namun tidak jarang ia membuka diskusi dan kajian tentang keislaman yang membuat warga semakin antusias.

Menurut Zainil, para orang tua yang Ia ajari bisa sangat menerima dengan keberadaannya berdakwah di desa dan berharap ilmu yang Ia bagi bisa menjadi manfaat.

“Selama saya berada di sini, memang cukup lama untuk bisa beradaptasi karena cuaca yang sangat dingin dan kabut yang sangat tebal, memang karena lokasinya yang berada di atas gunung, namun warga sangat menerima dan antusias untuk belajar, anak-anak, tua, muda semua sangat bersemangat saat saya mengajar mengaji. Setelah saya pulang nanti, saya berharap apa yang saya ajarkan di sini bisa menjadi amalan yang baik dan bermanfaat bagi seluruh warga desa”. Pungkasnya.

Sementara itu, Bapak Hambali, tokoh masyarakat sekaligus sekretaris desa Compong mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Hadji Kalla karena telah datang ke desa kabut mereka dan memberikan sumbangan mushaf al-quran di desa compong dan berharap bahwa desa merka bisa menjadi desa binaan dari Yayasan Hadji Kalla untuk mengembangkan potensi alam dan pertanian yang ada di desa.

“Saya pribadi sebagai sekdes mewakili masyarakat Desa Compong mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla atas bantuan al-quran yang dibawakan hari ini, semoga ini menjadi amal dan mendapat balasan yang berlimpar dari Allah SWT, kedepannya kami berharap desa kami bisa terus dibina oleh Yayasan Hadji Kalla untuk membina masyarakat dan mengembangkan potensi di desa kami”, terangnya.

Ketika tim sampai di lokasi, memang Desa Compong terlihat subur dengan potensi alam dan perkebunan yang besar, masyarakat berkebun the, cengkeh dan kopi. Hal tersebut tentu menjadi potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik dan benar.

Dalam program tebar dai ini, Yayasan Hadji Kalla mengirim 29 dai muda dari STIBA yang disebar di 29 titik di Provinsi Sulawesi Selatan dan akan bertugas hingga akhir ramadhan. Program ini dilakuakan dengan tujuan bahwa dengan adanya dai yang ditugaskan di desa, maka akan meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat desa terutama yang ada di pelosok.

*(Boer)