TOT Parenting: Membangun Partisipasi Masyarakat dalam Membina Keluarga dan Lingkungan

TOT Parenting: Membangun Partisipasi Masyarakat dalam Membina Keluarga dan Lingkungan

Makassar – SebanyaK 32 orang warga Kelurahan Batua dan Kelurahan Manggala, yang terdiri dari 27 ibu rumah tangga dan remaja putri serta 5 orang pria 4 diantaranya masih berstatus lajang, dan 1 lagi sudah berkeluarga  mengikuti Pelatihan Pembinaan Keluarga  “Membangun Partisipasi Masyarakat dalam Membina Keluarga dan Lingkungan” bertempat di Kantor Kelurahan Batua, 23-24 Oktober 2018.

Penangggungjawab kegiatan, Meita Kuncoro mengungkapkan pada pelatihan kali  ini, peserta diberikan pemahaman terlebih dahulu tentang cara memetakan masalah dan perilaku anak,  kemudian mereka diberikan kesempatan untuk mempresentasikan masalah yang terjadi terkait dengan kurangnya pembinaan keluarga.

“Melalui pelatihan ini, saya bisa belajar memperbaiki keluarga saya, terutama dalam berbicara dengan anak. Saya sekarang sudah tahu bagaimana berkomunikasi dengan baik ke anak saya,  misalnya saya kurangi ngomel ke anak saya.” Tutur Ibu Mida salah seorang peserta pelatihan

Hari pertama, pelatihan pelatihan yang di sampaikan oleh Suryawati Ningsih Daiman, seorang traniner parenting menyampaikan tentang cara berkomunikasi dengan anak, cara memetakan masalah dan potensi anak, dan kesalahan orang tua dalam mendidik anak, “kesulitan-kesulitan yang sering ditemui dalam mengasuh anak di rumah antara lain anak sulit mendengar perkataan orangtua dan rata-rata banyak anak yang mengalami putus sekolah karna tidak ada biaya sekolah atau untuk membantu pekerjaan orangtua, seperti berjualan di kota Makassar” Jelas Ibu Ningsih.

Ia juga menuturkan dampak dari putus sekolah dapat membuat anak terpapar narkoba, dan berujung pernikahan dini.

Sedang, pada hari kedua merupakan kegiatan presentasi , peserta dilatih membawakan atau menjelaskan kembali masalah yang sudah didapatkan dan mendiskusikan solusi yang baik dalam menangani sebuah masalah.

Salah seorang peserta bernama Astri mengungkapkan :

“melalui pelatihan ini, menyadarkan saya bahwa anak tidak boleh terlalu di manjakan kita harus mengarahkan untuk membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.” Ungkapnya

By |2018-10-30T09:52:46+00:00October 30th, 2018|Categories: Head Line News, kesling, Program|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kontak Kami

Kotak Saran

%d bloggers like this: