YayasanHadjiKalla.co.id – Sebanyak 121 Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi Universitas Negeri Islam Makassar (UIN) menghadiri acara pembekalan pra praktikum profesi di Ruang Audit UIN, Lt.2, Rabu, 1 Februari 2017.

Seluruh Mahasiswa siap diterjunkan ke 16 desa binaan Yayasan Hadji Kalla melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) selama satu bulan, terhitung 05 Februari – 7 Maret 2017.

Kegiatan ini dihadiri oleh petinggi kampus, diantaranya Wakil Ketua III UIN, Ketua Jurusan, dan seluruh Ketua Prodi. Turut hadir juga, Manager Community Care and Development bersama 3 Supervisor DBS memberikan pembekalan bagi seluruh mahasiswa sebelum berangkat ke desa.

Manager Community Care and Development, Abdul Hakim mengatakan program di desa sudah disiapkan selama satu bulan ke depan. Ada banyak program yang menjadi fokus mereka, diantaranya; Pembinaan TK/TPA, pembinaan majelis taklim, remaja mesjid, pendidikan formal di sekolah, pelatihan kader DA’I dan tidak menutup kemungkinan akan dilibatkan juga dalam kegiatan pembinaan pertanian serta  peningkatan kesehatan dan lingkungan.

“Kami berharap para mahasiswa mampu memberi pengaruh  positif terhadap masyarakat desa utamanya mereka yang tingkat pendidikan dan perekonomiannya yang tergolong rendah dan berada di bawah garis kemiskinan” ujarnya.

Sebelum pembekalan, Wakil Ketua III, Dr. Misbahuddin, M.Ag., menyampaikan kepada seluruh mahasiswa untuk tetap menjaga sikap selama di desa dan menjaga nama baik almamater. Beliau berharap agar satu bulan di desa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menggali ilmu dan mencari pengalaman-pengalaman yang belum pernah mereka dapatkan di bangku perkuliahan.

Sementara itu, ditemui Ketua Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi, Dra. St. Nasriah, M.Sos.I., menyampaikan hal terkait tujuan mahasiswa diterjunkan dalam kegiatan pengabdian di desa.

“Kami berharap, seluruh mahasiswa bisa menyesuaikan ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan dengan apa yang terjadi di masyarakat. Serta mereka mampu menerapkannya secara langsung di kehidupan masyarakat. Ini juga menjadi bahan yang sangat berharga ketika mereka nantinya menghadapi program PPL dan KKN kedepannya” ungkapnya. (Akhsan)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + one =