Yayasanhadjikalla.co.id; Majene – Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) dari Bidang Economic And Social Care; Yayasan Hadji Kalla di akhir tahun 2020 ini memberikan program pelatihan dan pembinaan di bidang pertanian untuk masayarakat di Desa To’barru, Kecematan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Program pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada warga petani adalah untuk peningkatan kualitas bawang merah temu lapang demplot bawang merah. Pembinaan yang diberikan berupa pelatihan kepada para warga petani yang dilaksanakan di Kantor Desa To’barru dan diikuti oleh 25 orang peserta kelompok tani dan Kelompok wanita tani (KWT).

Pemateri yang dihadirkan oleh DBS adalah salah satu instruktur yang berpengalaman dalam bidang pengembangan dan inovasi pertanian,  Bapak Rahmat. Ia mengajarkan dasar-dasar ilmu kualitas bawang merah dan mengajarkan tentang dasar-dasar ilmu tanah yang menjadi elemen penting dalam konsep pertanian modern. Dari penjelasan dan praktik langsung yang diberikan oleh pemateri kepada warga, diharapkan bisa menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bercocok tanam untuk komoditi bawang merah.

Program pelatihan peningkatan kualitas bawang merah temu lapang demplot bawang merah melalui Program Desa Bangkit Sejahtera; Yayasan Hadji Kalla ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Desa To’barru, Muliana Kadir. Ia menyampaikan kepada para peserta untuk betul-betul serius mengikuti setiap materi yang diberikan, karena kedepannya program ini akan dilanjutkan oleh Pemerintah Desa melalui Program desa yang akan  dikelola oleh Bumdes Desa To’barru. “Saya selaku Kepala Desa Tobarru menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla melalui program pendampingan di Desa Tobarru dan berharap semoga tetap dilanjutkan hingga tahun berikutnya”, ujarnya singkat.

Peserta pada kegiatan ini awalnya direncanakan diikuti oleh 25 orang peserta, namun saat pelaksanaan, jumlah peserta melebihi dari target, yakni sebanyak 29 orang. Bapak Jahudi selaku ketua Kelompok Tani, warga lokal di Desa To’barru,  yang berperan aktif dalam kegiatan ini sangat antusias dan menyarankan kepada tim fasilitator tetap melanjutkan kegiatran pembinaan di Desa To’barru, Jahudi  yang kesehariannya bekerja sebagai petani bawang juga menjadi orang yang dipercaya warga untuk membina komoditi bawang dengan berbagai permasalahannya. Setelah diskusi bersama dengan Fasilitator DBS, muncullah ide untuk memberikan program pelatihan kepada warga dengan tema pelatihan peningkatan kualitas bawang merah temu lapang demplot bawang merah yang instrukturnya merupakan ahli dalam bidang pertanian.  Peserta yang ikut pada kegiatan ini di antaranya ada anggota BPD, para Kepala Dusun dan Kelompok Tani Se-Desa To’barru.

Ibu Irna, salah seorang peserta berujar bahwa Ia senang bisa belajar dan hadir dalam pelatihan tersebut. Ia jadi bisa banyak tau hal-hal yang perlu dilakukan dalam menanam komoditi bawang di lahannya.

Program ini masuk kedalam kategori pembinaan potensi sumber daya manusia di desa binaan. Asrul & Yudhis, selaku fasilitator lapangan DBS (Desa Bangkit Sejahtera) yang bertugas di Desa To’barru menjelaskan bahwa dengan adanya program ini, bisa mengasah potensi masyarakat desa terutama kalangan muda dalam bidang pertanian dan meningkatkan kapasitas dan pengalaman warga menanam bawang merah. Pilihan untuk meningkatkan produksi bawang merah dengan menanam secara mandiri dapat menghemat hingga 90% keperluan rumah tangga dan kebutuhan pasar.

Pelatihan ini juga diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk warga Desa To’barru untuk menambah ilmu dalam bidang pertanian terutama untuk komoditi bawang merah hingga dapat memproduksikan secara mandiri bibit bawang merah untuk kebutuhan pasar dan kebutuhan rumah tangga, tentunya ini bisa menjadi salah satu potensi pengembangan ekonomi desa.

Dari survei awal di Desa Tobarru, Fasilitator Lapangan DBS menemukan bahwa desa tersebut memang kurang inovasi dalam meningkatkan kualitas hasil produksi bahan lokal terutama bawang merah, sementara bibit di pasaran punya harga yang cukup mahal. Program pelatihan ini dirasa perlu karena melihat kebutuhan masayarakat di Desa Tobarru. Meningkatkan kualitas bawang merah hingga dapat menghasilkan bibit secara mandiri membuat warga tidak lagi perlu membeli dari desa tetangga, sehingga mempermudah warga pada saat penanaman bawang merah untuk kebutuhan distribusi dan penjualan dalam skala yang besar.

(Yudis/Bur)