Yayasanhadjikalla.co.id; Mamasa – Sejak Maret 2020 lalu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas dan menghindari kerumunan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia. Sekolah dan madrasah diliburkan, masjid tidak dibuka untuk sementara waktu, demikian pula dengan beberapa perusahaan. Tentu alasannya demi mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19. Namun, ada satu komunitas masyarakat yang kurang tersentuh dan belum banyak mendapatkan informasi mengenai pencegahan Covid-19. Mereka adalah penyandang disabilitas atau difabel. Sebagai warga negara, kebijakan darurat Covid-19 tentu juga berlaku bagi kaum difabel di Indonesia.

Untuk itu Project Sosial KataDia (Kelas Terbuka Dunia Isyarat) menginisiasi program Kata Dia sebagai bagian dari peran masyarakat mendukung difabel dalam hal ini tunarungu-wicara dalam mencegah dan menghadapi Covid-19.

Bekerja sama dengan Yayasan Hadji Kalla, Project KataDia melaksanakan sosialisasi kepada para difabel di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tentang bahaya penyebaran Covid-19. Memberikan sosialisasi kepada teman difabel tentu menjadi tentangan dan kesulitan bagi para relawan KataDia.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan terkait pencegahan Covid-19 kepada para penyandang tunarungu dan tunawicara, memberikan keterampilan berkomunikasi dan peningkatan keterampilan berkomunikasi kepada para penyandang tunarungu-wicara dan masyarakat umum agar dapat saling berinteraksi, serta sebagai wadah untuk menampung aspirasi para penyandang tunarungu-wicara terutama selama Covid-19.

Yayasan Hadji Kalla yang hingga saat ini aktif membantu berbagai kegiatan kelompok sosial di masa pandemi melalui program Aktif Positif tentu membawa dampak besar bagi masyarakat, banyak kelompok sosial yang bisa menjalankan aksi kebaikannya dengan lebih lancar karena disokong oleh dana bantuan dari Yayasan Hadji Kalla. Dana bantuan dari Program Aktif Positif memberikan peluang besar untuk menyukseskan aksi-aksi sosial dari Komunitas, Organisasi hingga kelompok masyarakat umum, menunjukkan kepeduliannya kepada sesama.

Project KataDia salah satu yang menjadi bukti betapa banyaknya orang-orang baik yang peduli lalu bisa bersinergi dengan Yayasan Hadji Kalla membantu sesama, dan yang lebih hebatnya, project ini membantu penyandang disabilitas untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih baik di masa pandemi. Para penyandang tunarungu-wicara dapat berinovasi dan menunjukkan ekspresi serta aspirasi mereka terutama selama Covid-19 melalui program ini. Sebelumnya, Program Aktif Positif telah membantu lebih dari 20 kelompok/komunitas menjalankan aksi-aksi kebaikannya terutama dam aksi bantuan di tengah terpaan pandemi.

Kegiatan sosial KataDia periode pertama telah dilaksanakan pada Juli 2020 dan akan terus dikembangkan untuk pelaksanaaan kegiatan secara rutin pada periode berikutnya. Kegiatan ini bertempat di Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Pada pelaksanaan kegiatan sosial KataDia ini, terlebih dahulu diadakan sosialisasi kepada para penyadang tunarungu-wicara. Pada kegiatan sosialisasi ini telah diadakan penyuluhan pentingnya interaksi atau hubungan sosial sesama manusia. KataDia memberikan komitmen bahwa akan selalu setia membantu para penyandang disabilitas dalam menghadapi Pandemi Covid-19. KataDia juga menggandeng remaja masjid Talipukki, Mamasa untuk membantu dalam proses sosialisasi. Remaja Masjid di Talipukki dipilih karena memiliki kedekatan emosional dengan para penyandang disabilitas yang ada di wilayah tersebut.

Selain itu, Project KataDia juga menggandeng pemuda dari latar belakang kesehatan untuk membantu melakukan pemeriksaan standar terhadap para penyandang disabilitas terutama yang sudah berusia lanjut. Pada kegiatan sosial ini, dilakukan sosialisasi mengenai kemampuan standar dalam pencegahan Covid-19. Diantaranya, cara mencuci tangan yang baik, penggunaan masker, isolasi mandiri, informasi activity from home, aktivitas yang bisa dilakukan selama masa Covid-19, dan semacamnya.

Pada kegiatan ini pula, KataDia melakukan sosialisasi pada anak dari penyandang disabilitas yang kurang mendapatkan informasi dari orang tuanya karena kesulitan berkomunikasi. Para anak diajarkan cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.

Muhammd Faisal, Ketua Project KataDia menjelaskan bahwa lewat program ini juga, KataDia membantu beberapa keluarga penyandang disabilitas untuk mendapatkan sembako. “Sebab, salah satu hal yang mereka sampaikan kepada kami adalah mereka membutuhkan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Memang, di Masa Pandemi, banyak diantara mereka tidak lagi bekerja untuk sementara waktu sehingga kekurangan pemasukan. Kami menyediakan beberapa sembako diantaranya beras, telur, dan bahan pokok lainnya yang tentu semua itu kami sediakan berket kerja sama dengan Yayasan Hadji Kalla melalui program Aktif Positif”. Terang Faisal.

(Bur)