Yayasanhadjikalla.co.id; Kendari – Yayasan Hadji Kalla bersama dengan BPPAUD (Balai Pelatihan PAUD) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan dengan tema “Pendampingan PAUD Terakreditasi dan Mandiri” yang diberikan untuk 12 Sekolah PAUD di Wilayah Sultra seperti Kendari, Konawe dan Kolaka yang statusnya belum terakreditasi. Peserta yang ikut dalam program ini adalah Kepala Sekolah, guru dan operator sekolah dari masing-masing PAUD. Pelatihan dilaksanakan di aula kerja Gedung BPPAUD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, 14 November 2022. Kegiatan pelatihan ini diikuti 23 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru serta operator sekolah.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan tentang proses akreditasi sekolah tingkat PAUD hingga mendapatkan status mandiri.

Pada pembukaan program ini, turut hadir Muh. Ridwan, S.Ag., M.M., Ketua BAN PAUD dan PNF Sulsel, Dr. Muh. Saifuddin Saranani, Ketua BAN PAUD dan PNF Sulawesi Tenggara, di mana yang bersangkutan merupakan pemateri dalam pelatihan yang digelar. Sementara itu, Yayasan Hadji Kalla diwakili oleh Manager Bidang Educare, Suharto Parai.

Ketua BAN PAUD dan PNF Sulsel, Muh. Ridwan, S.Ag., M.M., menuturkan bahwa dengan adanya pelatihan pendampingan ini, maka sekolah-sekolah PAUD yang ada di Kota Kendari dan sekitarnya bisa semakin sadar akan pentingnya status akreditas agar setiap sekolah bisa lebih mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun dari pihak-pihak terkait lainnya. 

Dr. Muh. Saifuddin Saranani, Ketua BAN PAUD dan PNF Sulawesi Tenggara yang menjadi pemateri dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa ada 6 tahap yang harus dilalui oleh sekolah hingga bisa mencapai akreditasi, di antaranya; penetapan sasaran sekolah, sosialisasi dan penyampaian perangkat akreditasi, pengisian dan pengiriman instrumen akreditasi, penetapan kelayakan sekolah dan penugasan asesor, visitasi ke sekolah,  hingga validasi proses dan hasil visitasi. “Setelah melalui proses-proses tersebut, maka sekolah PAUD baru akan mendapatkan status akreditasinya.” Ujarnya, singkat. Instrumen-instrumen itulah yang akan dibahas dengan lengkap dalam program pelatihan tersebut.

Sementara itu, Suharto Parai yang mewakili Yayasan Hadji Kalla yang juga hadir langsung di Kota Kendari menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen penting yang menjadi bukti keseriusan Yayasan Hadji Kalla sebagai lembaga yang punya kepedulian besar terhadap satatus sekolah-sekolah PAUD yang ada di Sulawesi Tenggara yang masih belum mendapatkan pengakuan. “Kita juga harapkan melalui program pelatihan ini, para kepala sekolah dan guru bisa semakin sadar akan pentingnya status akreditasi bagi sekolah tempat mereka mengabdikan dirinya di dunia pendidikan.” Pungkasnya.

Setelah sebelumnya konsisten menjalankan program pembinaan dan pelatihan untuk PAUD Terakreditasi dan Mandiri di Kota Makassar dan sekitarnya, Yayasan Hadji Kalla juga menjalankan program tersebut di Provinsi Sulawesi Tenggara. Uniknya PAUD yang dibina di Sulawesi Tenggara banyak yang bahkan belum terdaftar di dinas terkait, sehingga proses akreditasi juga menjadi lebih sulit. Adapula PAUD yang berasal dari pelosok yang tenaga pendidiknya bahkan belum pernah tersentuh program pengembangan dan penguatan kompetensi. Hingga akhirnya mendapatkan kesempatan pertama kalinya di pelatihan yang dilaksanakan oleh Yayasan Hadji Kalla.

Nurismi, guru PAUD Al Insan Alebo, Konawe Selatan mengaku sangat senang karena telah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan yang diberikan oleh Yayasan Hadji Kalla, Ini adalah pengalaman pertamanya mendapatkan pelatihan resmi untuk peningkatan kapasitasnya sebagai seorang tenaga pengajar. “Iya pak, senang sekali kita ini dapat kesempatan ikut pelatihan, seumur-umur saya mengajar, sudah lebih 15 tahun, ini-mi pertama kalinya kami dapat pelatihan kasian, saya sama teman-teman sangat bersyukur dan senang. Semoga kedepannya, Yayasan Hadji Kalla semakin jaya dan bisa membantu lebih banyak PAUD yang membutuhkan.” Tandasnya.

Yayasan Hadji Kalla telah konsisten dalam menjalankan program ini untuk bisa menjangkau lebih banyak sekolah PAUD dan membantu untuk proses pendampingan dan akreditasi.

 (Br)