YayasanHadjiKalla.co.id, Maros – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Tim Agro and Green Care (AGC) Yayasan Hadji Kalla berinisiatif melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) di salah satu pedalaman yang terletak di Tompobulu, Maros, Sabtu, 22 April 2017.

Kegiatan yang digelar berupa pemeriksaan kesehatan dan pembagian buku di Dusun Cindakko, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Bekerjasama dengan beberapa lembaga, seperti Kapolsek Tompobulu, Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Komunitas Pencinta Alam (KPA) Topanrita, KPA Jepala dan Kunrapal, serta BEM Pertanian Unismuh kegiatan ini berlangsung dengan lancar.

Cindakko dijadikan sebagai lokasi baksos, karena letaknya yang berada di pedalaman dan kondisinya yang terpencil. Untuk mencapai Cindakko, dibutuhkan waktu yang cukup lama, berjalan kaki, dan melintasi medan yang curam.

“Kondisi jalan yang kurang bagus, tidak mengurungkan niat peserta untuk melaksanakan kegiatan ini, bahkan para peserta sangat bersemangat.”  ujar Asrianto fasilitator AGC Yayasan Hadji Kalla wilayah Pucak.

Selain bertujuan untuk membantu masyarakat terpencil, kami ingin menunjukkan kepada lembaga yang terlibat bahwa masih banyak masyarakat di daerah pedalaman yang masih membutuhkan uluran tangan, tegasnya.

Asriadi, Ketua Umum KPA Topanrita Makassar menuturkan, kedepannya petani juga akan mendapatkan bantuan benih sayur-sayuran, karena banyaknya lahan yang potensial, serta sumber air yang melimpah di Cindakko.

Pembagian buku yang berasal dari relawan, diberikan kepada siswa sekolah dasar yang mengikuti baksos tersebut.

Lalu, setelah pembagian buku, pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan kepada masyarakat pedalaman Cindakko. Akses kesehatan yang cukup jauh membuat warga desa jarang memeriksakan diri dan mengandalkan penyembuhan tradisional, jika terkena penyakit ringan.

Setelah kegiatan ini, para peserta yang terdiri dari berbagai komunitas, akan melaksanakan baksos lanjutan pada bidang pendidikan, kesehatan, agama dan pertanian. Melihat desa tersebut belum terjamah dengan teknologi, lanjut Asrianto yang sekaligus sebagai leader lapangan kegiatan baksos ini.

2017-04-28T07:44:41+00:00