Yayasanhadjikalla.co.id; Bone – Bone termasuk sebagai salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan dengan kasus/angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, perlu upaya-upaya konkrit dari pihak terkait dalam mengatasi masalah tersebut. Semua pihak diharapkan turut ambil peran dalam menyelesaikan persoalan tersebut bersama-sama.

Pemerintah Kabupaten Bone membutuhkan dukungan dari Pihak swasta untuk membuat langkah-langkah konkrit dalam menurunkan angka AKI/AKB. Berangkat dari kondisi tersebut maka antara Dinas Kesehatan Bone dengan Bidang Humanity and Environment Yayasan Hadji Kalla.

Kerjasama antara Yayasan Hadji Kalla dengan Dinas Kesehatan Bone menyepakati untuk melakukan pelatihan konseling bagi tenaga kesehatan di 3 Wilayah Puskesmas/Kecamatan Se-Kabupaten Bone dalam rangka upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB).

Pelatihan tersebut berlangsung pada 9 Juli 2019 di Hotel Helios Watampone, Bone. Pelatihan dihadiri langsung oleh Kadis Kesehatan Bone dr. H.A. Kasma Padjalangi, M.Kes , Abdul Hakim Manager Humanity and Environment Yayasan Hadji Kalla, USAID – Jalin Regional Officer Helmiati Kadir dan Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Bone dr. Eko Nugroho dan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan bidan dan perawat dari 3 wilayah Puskesmas: Dua Boccoe, Ulaweng dan Pattiromampu Kabupaten Bone.

Seluruh rangkaian training diawali dengan mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana atas prakarsa dari USAID Jalin yang telah menjembatani pertemuan antara Yayasan hadji Kalla dengan Dinas Kesehatan Bone. Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa baik Yayasan hadji Kalla maupun Dinas Kesehatan Bone akan melakukan upaya bersama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Saya sangat senang dan bangga karena Yayasan Hadji Kalla berkenan memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan”. Paparnya.

Pelatihan ini baru meng-cover tiga wilayah puskesmas di tiga kecamatan; yakni Dua Boccoe, Ulaweng dan Pattiromampu Kabupaten Bone.

Penting diketahui bahwa 25 bidan dan perawat yang menjadi peserta pelatihan mampu mengimplementasikan best practice yang didapatkan selama pelatihan di lingkungan puskesmas masing-masing. Setelah pelatihan para peserta harus mampu merubah perilakunya dalam melakukan penanganan terhadap pasien; pelayanan menjadi lebih baik, ramah dan santun, memberikan informasi yang akurat, lebih cepat dalam mengambil tindakan dan mengutamakan pencegahan.

Kegiatan inti adalah Pemaparan materi pelatihan. Tiga orang narasumber dipercayakan untuk mempresentasikan materinya di hadapan para peserta. Narasumber pertama adalah Kepala Dinas Kesehatan Bone dr. H.A. Kasma Padjalangi, M.Kes yang fokus membahas tentang Kebijakan Upaya Penurunan AKI dan AKB oleh pemerintah Kabupaten Bone. Beliau banyak menjelaskan kebijakan-kebijakan yang telah dihasilkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone khususnya Dinas Kesehatan dalam rangka menurunkan AKI, AKB hingga isu stunting. Narasumber kedua adalah Dokter Eko Nugroho, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bone. Beliau memaparkan tentang Solusi Implementasi, Solusi Lokal Kelas Ibu Hamil di Bola Asseddingeng. Dalam presentasinya, dokter Eko banyak menjelaskan tentang aktivitas rutin di Bola Asseddingeng, sebuah wadah interaksi dan edukasi dan konseling antara bidan dan perawat puskesmas dengan warga terutama yang sedang dalam masa kehamilan. Kehadiran wadah ini diharapkan mampu menurunkan/mencegah kasus-kasus kelahiran yang beresiko terhadap terjadinya kematian ibu dan bayinya.

Narasumber ketiga adalah Ibu Sri Wahyuni SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan provinsi Makassar. Judul materinya adalah Komunikasi Interpersonal/Konseling. Ia mengajak para peserta untuk memahami berbagai metode dan teknik konseling terhadap ibu hamil. Seorang tenaga kesehatan ditutut untuk mampu menjalin komunikasi, keakraban, kedekatan yang baik sehingga para klien bersedia secara terbuka menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi selama masa kehamilan sehingga penanganan juga dapat dilakukan dengan tepat sasaran. Di materi konseling tersebut, peserta diajak untuk melakukan simulasi konseling yang baik dan benar.

Peserta cukup antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, hal tersebut dibuktikan dengan tingginya minat peserta dalam memberikan tanggapan maupun pertanyaan kepada para narasumber.

Pada bulan september 2019 nanti, akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh USAID Jalin, Yayasan Hadji Kalla dan Dinas Kesehatan Bone untuk mengukur sejauh mana perubahan perilaku para tenaga kesehatan peserta pelatihan dalam memberikan pelayanan dan konseling kepada klien (warga terutama ibu hamil) di wilayah kerjas puskesmas masing-masing.