Yayasanhadjikalla.co.id; Makassar – Yayasan Hadji Kalla bersama dengan Yayasan Jantung Indonesia peringati Hari Diabetes Sedunia di Lapangan Tennis Kompleks Perum Dinas Perikanan Jl. Andi Tonro, Makassar, Sabtu 14 November 2020. Acara pagi ini diikuti oleh 105 orang peserta dari Kelurahan Pa’baengbaneg dan juga dari instruktur senam dari Yayasan Jantung Indonesia.

Acara tersebut dimulai dengan pengarahan dan penyuluhan tentang penyakit diabetes oleh dr. Diza Khairina, spesialis jantung dan diabetes Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin lalu dilanjutkan dengan olahraga bersama warga, dipandu alumni pelatihan senam jantung sehat 2020 Yayasan Hadji Kalla. Selain itu, diadakan pula cek gula darah dari tim pemeriksaan gula darah (Medis Tropicana Slim).

Pasca tes gula darah dan olahraga bersama, peserta langsung melakukan konsultasi pada dokter Diza untuk mendapatkan informasi dan saran terkait berbagai kegiatan yang berhubungan dengan menjaga kesehatan dan kestabilan gula darah yang baik.

Menurut tim medis Tropicana, rata-rata dari setiap peserta yang datang memiliki nilai gula darah sewaktu dalam ukuran rata-rata 140 di mana angka tersebut masuk dalam angka rawan terkedan diabetes melitus sehingga perlu perhatian dalam rangka pencegahan. Ada satu orang yang mencapai angka 400 dan disarankan untuk menurunkan angka tersebut dengan pola hidup yang lebih sehat lewat olahraga yang rutin.

Abdul Hakim, selaku Manager Humanity & Environment Yayasan Hadji Kalla mengungkapkan bahwa dari apa yang terpantau di lapangan, memang perlu pendampingan yang tepat dan berkelanjutan untuk para warga agar senantiasa rutin berolahraga dan malakukan pola hidup sehat agar bisa terhindar dari penyakit diabetes.

Sementara itu, dr. Diza Khairina, berharap bahwa dengan aktifnya kelompok senam yang diinisiasi oleh Yayasan Hadji Kalla, maka kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat bisa bangkit. “Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit diabetes, salah satunya pola hidup yang salah dan makanan kita yang tidak diperhatikan, polanya tidak seimbang sehingga kadar gula dalam darah menjadi tidak stabil. Jadi hari ini kita lakukan olahraga agar supaya nilai sehat yang kita inginkan bisa kita capai, yakni terbebas dari penyakit diabetes”, paparnya.

Dr. Diza melanjutkan bahwa Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang mengakibatkan terlalu banyak kadar gula dalam darah (glukosa darah tinggi) akibat organ pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tidak efektif menggunakannya. Diabetes akan berdampak pada jantung, ginjal, otak, mata dan sistem saraf. Penting untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus dengan cara mengendalikan kadar glukosa, dengan cara mengurangi asupan gula, tingkatkan asupan sayur dan buah, turunkan berat badan, latihan fisik, dan kontrol tekanan darah.

Rizwan, salah seorang peserta dalam kegiatan tersebut mengaku senang bisa melakukan olahraga pagi bersama warga lain, apalagi bisa mendapatkan penyuluhan tentang bahaya penyakit diabetes. Dari informasi yang didapatkan, Ia mengaku bisa lebih waspada dan lebih bisa menjaga pola hidup yang lebih sehat untuk terhindar dari penyakit diabetes.

(Boer/YHK)