Yayasanhadjikalla.co.id; Makassar – Berikan perhatian untuk pendidikan anak-anak dari Timur Indonesia, Yayasan Hadji Kalla, lakukan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding) bersama dengan Komunitas Qalbun Salim. Komunitas tersebut merupakan lembaga yang membina dan membantu anak-anak usia sekolah yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur untuk bisa menempuh pendidikan di wilayah Makassar dan Sekitarnya.

Pertemuan dari kedua belah pihak dilaksanakan di Gedung Wisma Kalla, pada 13 maret 2020 lalu. Dihadiri langsung oleh pendiri Komunitas Qalbun Salim, Fatahullah Adam, sementara itu Yayasan Hadji Kalla diwakili oleh Manager Bidang Keislaman, Salman Febriyansyah bersama dengan Officer, Ria Supratman.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini berisi, tentang pemberian bantuan pendidikan dan biaya hidup kepada  19 anak dhuafa  usia SMP hingga Perguruan Tinggi dari daerah pedalaman Flores. Pemberian bantuan akan diberikan secara bulanan  mulai dari bulan februari hingga desember 2020. Mereka yang dibantu, ditempatkan di beberapa lembaga keislaman yaitu, Pesantren Ibadurrahman, Sinjai, Pesantren Tahfidz Ar-Rayyan, Takalar, Pesantren Darul Aman, Takalar, Yayasan Pendidikan Akasyah (SIT Al-Qalam Gowa), dan Al-Birr Unismuh Makassar.

Ke-19 anak tersebut berasal dari Desa Watanhura, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT.  Kedatangn anak-anak Flores ini  ke Makassar diinisiasi oleh Lembaga Qalbun Salim yang didirikan oleh Ustad Fatahullah Adam yang merupakan warga asli asal desa Watanhura yang sekarang bermukim di Makassar. Apa yang dilakukan oleh Ustad Fatahullah berawal dari keresahannya melihat minimnya pendidikan agama bagi anak-anak Desa Watanhura, dikarenakan wilayah mereka yang masuk wilayah minoritas muslim. Ia kemudian berinisiatif untuk mendirikan lembaga yang diberi nama Komunitas Qalbun Salim untuk membantu anak-anak Flores agar bisa mendapatkan pendidikan Islam yang layak di Kota Makassar dengan harapan, setelah mendapatkan pembinaan ilmu agama yang baik, ke depannya mereka akan kembali ke desanya menjadi kader dakwah Islam untuk membagi ilmu yang telah didapatkan kepada masyarakat desa tempat mereka berasal dan di wilayah lain di Flores, NTT.

Salman Febriyansyah, yang mewakili Yayasan Hadji Kalla berharap, bahwa dengan bantuan tersebut maka diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan dan biaya hidup dhuafa penerima manfaat. Ia juga berharap bahwa kelak mereka dapat menjadi kader dan penerus dakwah di kampung halaman mereka di Flores dalam mensyiarkan Islam khususnya dalam hal aqidah.

Sementara itu, Fatahullah Adam selaku pendiri Komunitas Qalbun Salim berharap bahwa Yayasan Hadji Kalla bisa terus memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak dhuafa yang berasal dari pedalaman Flores yang Ia bina bersama sang istri agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan bimbingan yang tepat hingga di kemudian hari bisa kembali ke kampung halamannya dan menyebarkan ilmu agama yang baik.

(Bur/Ria)