Yayasanhadjikalla.co.id  Yayasan Hadji Kalla tinjau langsung bantuan produktif untuk pesantren dalam Program Pesantren Mandiri 2022, Selasa, 6 Desember 2022 di 3 kabupaten lokasi program. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini, ada tiga pesantren yang dikunjungi, di antaranya adalah Pesantren Pesantren Al Irsyad DDI Pattojo, Soppeng, Pesantren Al Wahid, Sidrap dan Ponpes Tahfidzul Quran Baitul Mukarromah, Bone. Ketiga lembaga tersebut adalah yang terpilih untuk dibantu pada tahun ini. Kunjungan langsung kepada masing-masing lembaga oleh Program Manager Islamic Care Yayasan Hadji Kalla; Salman Febriyansyah dan timnya.

Bantuan produktif ini diberikan oleh Yayasan Hadji Kalla untuk memberikan stimulus kepada lembaga yang dibantu agar bisa menjadi lebih produktif dan bisa mendapatkan pemasukan yang dikelola secara mandiri yang nantinya diharapkan bisa membuat pesantren bisa mandiri dan berdikari secara ekonomi.

Dari ketiga lembaga yang dibantu ini, semuanya telah menunjukkan progres yang baik dan signifikan dari usaha mandiri yang dirintis masing-masing. Dimulai dengan Usaha Mandiri yang dibuat oleh Ponpes Al-Irsyad DDI Pattojo; Soppeng dan Ponpes Al-Wahid; Sidrap. Kedua pesantren ini membuat usaha minimarket/koperasi untuk santrinya. Usaha tersebut dipilih karena pengelolaannya yang sederhana dan tentunya progresif karena telah memiliki konsumen tetap, yakni santri di internal pesantren.

Kiyai H. Ali Rahim, Pimpinan Ponpes Al Wahid – Sidrap menjelaskan bahwa sejak dimulainya usaha di pesantrennya, dalam beberapa bulan terakhir usaha mandiri yang dirintis telah mendapat keuntungan hingga 10 juta rupiah setiap bulannya dan diprediksi akan terus meningkat dalam waktu beberapa tahun mendatang, “Usaha kita ini berupa minimarket untuk santri, dibangunnya juga di tengah lingkungan pesantren. Bantuan ini sangat berpengaruh besar pada pesantren kami, membuat kami punya pemasukan lain yang bisa menyokong berbagai keperluan pesantren, keuntungannya bisa lebih 10 juta rupiah setiap bulannya. Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla karena telah membantu kami lewat program pesantren mandiri ini, kami telah dibantu dana, lalu kemudian didampingi hingga sekarang, kami juga diajarkan cara-cara berniaga yang tepat dan strategis sehingga usaha ini bisa mendapatkan keuntungan. Saya mewakili warga pesantren Al Wahid mengucapkan terima kasih yang sangat luar biasa kepada Yayasan Hadji Kalla atas bantuan ini, sungguh sebuah program yang sangat membawa kebermanfaatan untuk banyak orang, semoga di masa yang akan datang program ini bisa lebih besar lagi dan bisa membantu lebih banyak pesantren lain di Sulawesi Selatan untuk bisa menuju kemandirian.” Jelasnya.

Ada pula pesantren Baytul Mukarromah Mabbarakka di Kabupaten Bone yang memilih usaha yang cukup unik, yaitu usaha Produksi Pembuatan Paving Blok Berbahan Plastik. Usaha ini memiliki workshop sendiri yang memproduksi 100-200 paving blok setiap harinya. Uniknya, paving blok yang dihasilkan terbuat dari bahan dasar platik yang dicampur dengan oli bekas. Pembuatannya sendiri dengan menggunakan mesin khusus yang dioperasikan oleh santir pesantren. Paving blok yang dihasilkan telah diuji dan dinilai telah layak digunakan untuk keperluan komersial. “Saat ini kita telah memulai produksi paving blok plastik ini dan sementara mengerjakan pesanan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, sebanyak 3.000 buah untuk keperluan pembuatan trotoar yang kami targetkan bisa diselesaikan pada awal desember mendatang. Alhamdulillah usaha mandiri yang kami pilih ini sangat potensial dan akan terus berkembang dalam waktu beberapa tahun kedepan.” ujar Dr. Agussalim Rahman selaku Direktur Pendidikan Yayasan Pesantren Baitul Mukarramah Kabupaten Bone.

Ia juga menjelaskan bahwa lewat usaha ini, pesantrennya telah berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah plastik dan juga limbah oli bekas. Kedua bahan pokok ini bisa didapatkan dengan mudah, terutama untuk oli bekas yang juga bekerjasama dengan Hadji Kalla Toyota Cabang Bone yang menyuplai oli bekasnya untuk keperluan usaha mandiri tersebut.

Kedepannya, Diharapkan bahwa lembaga yang dibantu ini bisa lebih aktif dalam mengelola usaha mandiri yang telah dibuat.

“Yayasan Hadji Kalla memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga ini dengan harapan bahwa mereka bisa mandiri dan lebih produktif dengan membuat usaha-usaha yang nanti hasilnya bisa terus dikelola, yang kemudiaan hasilnya bisa digunakan untuk operasional lembaga sehingga memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di dalamnya. Kita kemudian memilih program pembinaan usaha ini, karena kita menganggap bahwa lewat cara ini, kita bisa terus memberikan stimulus kepada lembaga yang tentu manfaatnya berkelanjutan. Maka dengan membagikan ilmu dan skil lewat pelatihan usaha, para penerima manfaat bisa semakin kuat dan mandiri secara ekonomi.” Jelas Salman Febriyansyah; Program Manager Educare Yayasan Hadji Kalla.

Sebelumnya, kelima lembaga pesantren ini telah mengikuti inkubasi pada Agustus 2022 lalu. Program pelatihan/inkubasi ini bekerjasama dengan LPPM (lembaga Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat) Kalla Institute. Salman Febriyansyah juga menjelaskan bahwa perubahan skema ini adalah untuk memandirikan mustahik, sehingga bisa men-support  biaya operasional dan kegiatan-kegiatan keseharian penerima manfaat serta berkelanjutan selama bantuan produktif tersebut digunakan.

(br)