Yayasanhadjikalla.co.id; Kendari – Yayasan Hadji Kalla Lakukan Seremoni Penyerahan Beasiswa Kalla tahun 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seremoni dilakukan secara bergiliran di 3 kampus yang ada di Kota Kendari yang mahasiswanya menjadi penerima Beasiswa Kalla tahun 2022. Tercatat sebanyak 18 mahasiswa menjadi penerima yang berasal dari 3 perguruan tinggi yakni 12 orang dari Universitas Haluoleo, 4 orang dari IAIN Kendari dan 2 orang dari STIKES Bina Husada Kendari.

Penyerahan secara simbolis dilakukan bersama dengan para mahasiswa dan juga wakil bidang kemahasiswaan dari setiap kampus yang mahasiswanya mendapatkan beasiswa. Sementara itu, Yayasan Hadji Kalla diwakili langsung oleh Manager Bidang Educare; Suharto Parai. Selain seremoni penyerahan beasiswa, dilakukan pula diskusi bersama dengan wakil kampus masing-masing tentang berbagai peluang kerjasama yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak. Diharapkan dari diskusi tersebut bisa tercapai berbagai ide yang bisa membawa banyak perubahan yang baik dalam dunia pendidikan.

Penyerahan Beasiswa Kalla untuk para mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari disaksikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nur Arafah, M.Si, sedangkan jumlah penerima untuk Beasiswa Kalla yakni sejumlah 12 orang, termasuk satu orang mahasiswa yang merupakan anak penerima Beasiswa Keluarga Karyawan Kalla.

Dr. Nur Arafah, M.Si, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari Universitas Haluoleo Kendari mengungkapkan bahwa disamping ucapan terima kasih dari pihiak civitas akademika Unhalu kepada Yayasan Hadji Kalla, Ia juga berharap agar bantuan beasiswa untuk mahasiswa ini dapat terus ditingkatkan baik dari segi publikasi dan juga sosialisasi maupun dari segi jumlah penerima. Ia berharap bahwa di masa depan akan tercipta kolaborasi dan kerjasama yang baik antara Unhalu dan juga Yayasan Hadji Kalla dalam mengembangkan berbagai pogram terkait pendidikan dan sosial.

Sementara itu, Nurfadillah salah seorang mahasiswi penerima dari Unhalu yang mewakili teman-temannya menyampaikan pesan dan kesannya sebagai salah seorang penerima Beasiswa Kalla; Ia berujar bahwa Beasiswa Yayasan Hadji Kalla memiliki arti yang sangat penting bagi ia dan teman-temannya, karena bisa membantu Ia mengejar mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Dengan beasiswa ini kami dapat mengurangi beban orang tua dalam membiayai uang kuliah kami selama ini, lewat Beasiswa Kalla ini kami juga tentunya sangat termotivasi dalam belajar lebih giat agar kami bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater kampus serta Yayasan Hadji Kalla.” singkatnya.

“Selain itu Beasiswa Yayasan Hadji Kalla merupakan beasiswa yang telah menyelamatkan saya dari pahitnya kebodohan. Saya ingat pada saat itu, saya sudah niat untuk langsung bekerja setelah lulus sekolah di SMA, tidak ada bayangan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun akhirnya, Tuhan memberikan jalan melalui bantuan Beasiswa Yayasan Hadji Kalla. Hal terpenting yang saya dapatkan bahwa beasiswa ini  tidak hanya menuntut para penerimanya untuk cerdas secara intelektual tapi juga secara emosional, dan spiritual dibuktikan dengan kegiatan-kegitan yang nantinya akan kami jalani sebagai penerima beasiswa.” cerita dilla, sapaan akrabnya.

“Harapan saya untuk Beasiswa Yayasan Hadji Kalla bahwa semoga beasiswa ini dapat memajukan pendidikan anak bangsa khususnya generasi muda Sulawesi Tenggara yang tidak mampu secara finansial tetapi memiliki semangat yang tinggi dalam melanjutkan pendidikan. Amin.” Tutupnya.

Beasiswa Kalla tahun 2022, menjadi sangat unik, karena bukan hanya menyasar mereka yang tidak mampu secara finansial, namun benar-benar membantu para mahasiswa/i yang baru memulai perkuliahannya di tahun pertama atau yang merupakan mahasiswa baru. Para penerima nantinya akan dibiayai Uang Kuliah Tunggal hingga maksimal 8 semester atau 4 tahun. Melalui program Beasiswa Kalla, Yayasan Hadji Kalla juga semakin meluaskan jangkauan programnya ini hingga di 4 Provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, dengan jumlah lebih dari 700 pemanfaat.

(br)