Yayasanhadjikalla.co.id; Dompu – Saat ini masyarakat yang tinggal di desa-desa terpencil di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti kawasan pesisir Desa Jambu, Desa Mbawi, dan Cempi Jaya, termasuk desa di kaki Gunung Tambora khususnya di sekitar kawasan Pintu Belajar Tambora adalah mereka yang jauh dari paparan media dan media sosial. Mereka cenderung terlambat mendapat informasi, edukasi, bahkan tidak menjadi prioritas bantuan sosial di era pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia dan Indonesia saat ini.

Ke-khawatiran atas bahaya dan kondisi saat ini memacu Komunitas Kaki Tambora sebagai wadah perkumpulan relawan dari anak-anak muda Dompu yang beberapa kali merespon berbagai problem sosial dengan cara melakukan aksi untuk mencari solusi bersama, seperti halnya kegiatan sosialisasi dan edukasi di era pandemi ini.

Ada rasa tanggung jawab yang dirasa perlu diemban untuk keselamatan bersama khususnya untuk mereka yang jauh dari paparan informasi saat ini. Sebelumnya tim Relawan dari komunitas Kaki Tambora telah membagikan 1000 masker gratis kepada masyarakat di berbagai desa di Dompu. Masker-masker tersebut diperoleh dari donasi yang melalui media sosial.

Dari aksi pertama yang menuai banyak apresiasi masyarakat, maka Komunitas Kaki Tambora kembali melakukan aksi serupa dengan skala yang lebih besar bekerja sama dengan Yayasan Hadji Kalla melalui Bidang Educare dalam isu penanganan Covid-19 di Nusa Tenggara Barat.

Aksi tersebut berfokus pada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat desa, khususnya untuk anak-anak. Kegiatan ini dijalankan menggunakan dana bantuan dari Yayasan Hadji Kalla. Dana tersebut digunakan untuk membeli 1.000 masker, sabun cuci tangan, antiseptik untuk mesjid dan CTPS yang dibagikan di Desa Jambu, Mbawi, dan Cempi Jaya. Selain itu ada pula paket sanitasi berupa sabun, masker, jepit kuku, sikat gigi, dan pasta gigi untuk anak-anak desa dan pembelian paket tempat cuci tangan untuk Pintu Belajar Tambora.

Tim Relawan Kaki Tambora sebelumnya telah memperkuat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di setiap desa yang menjadi target kegiatan demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Koordinasi kami sebelumnya sangat baik dengan tim Gugus Tugas Covid di sini, sehingga akses untuk menjumpai masyarakat jauh lebih aman dan mudah”, jelas rahmatul rizki, seorang relawan komunitas kaki tambora.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan edukasi cara mencuci tangan yang benar dan menjaga kebersihan diri agar terhindar dari corona di Desa Jambu, Kecamatan Pajo, NTB yang dilaksanakan pada 9-10 Mei 2020 dengan menargetkan anak-anak pesisir. Lalu kemudian melanjutkan kegiatan dengan pembagian masker, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum di tiga desa yakni Desa Lune, Mbawi dan Cempi Jaya.

Dalam prosesnya, kegiatan dari para Relawan Komunitas Kaki Tambora seluruhnya berjalan lancar dan aman, yang tentu membawa kebahagiaan dan rasa aman untuk masyarakat yang telah mendapat bantuan.

Intan Putriani, seorang penggerak Komunitas Kaki Tambora menyampaikan terima kasihnya kepada Yayasan Hadji Kalla yang telah ikut membantu kegiatan Ia dan teman-teman.

“Terima kasih atas sumbangsi dan kepercayaan Yayasan Hadji Kalla kepada komunitas kecil kami untuk menjadi perpanjangan tangan dalam melakukan aksi kebaikan hari ini. Dana yang kami dapat, kami gunakan secara maksimal, sebaik mungkin, bahkan melebihi target dari jumlah anak-anak dan masyarakat yang kami edukasi. Semoga ke depannya ada lebih banyak kolaborasi yang bisa dilakukan dan Yayasan Hadji Kalla bisa kembali mempercayakan kami menjangkau lebih banyak orang untuk mendapat pendidikan yang layak, khususnya di Dompu, NTB”. Ungkap Intan.

(Bur)