Yayasanhadjikalla.co.id; Makassar – Bekerja sama dengan Yayasan Hadji Kalla, Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, & Maluku laksanakan Temu Ilmiah Regional yang berlangsung pada Kamis-Ahad, 9-12 Juni 2022. Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi yakni Auditorium Prof. A. Amiruddin FK-Unhas, Aula Prof. Latanro Pascasarjana FEB-Unhas, dan Pondok Madinah, Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.

“Kegiatan ini dilaksanan sebagai wadah bagi kader FoSSEI untuk mengimplementasikan dan membangun Ekonomi Islam di tingkat regional, memperkuat kerja sama dan pemahaman Ekonomi Islam bagi para peserta dan seluruh pemangku kebijakan (stakeholders) untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan mandiri melalui Ekonomi Islam, sebagai forum silaturahim antar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di tingkat regional,” jelas Muh. Alif Febri Ramli, mewakili panitia kegiatan.

“Kegiatan ini juga menjadi untuk sarana mewujudkan persatuan dan pergerakan Ekonomi Islam di kalangan mahasiswa tingkat regional, menjadi sarana sosialisasi dan promosi Ekonomi Islam di lingkungan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kita juga berharap ada peningkatan peran aktif dan sikap kritis kader FoSSEI dalam mengedepankan Ekonomi Islam, baik di lingkup regional maupun nasional, serta menjadi wadah untuk menggali potensi keilmuan kader FoSSEI melalui rangkaian kegiatan.” Lanjutnya.

Temu Ilmiah Regional ke-X ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin; Bapak Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, M.Si., CIPM, CWM, CRA., CRP, Muhammad Rahmat; Kepala Sub Bagian Pengawasan Perbankan Syariah OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, & Papua, H. Ridwan Al Bone, M.H; Kepala Departemen Produk Non Gadai, Pegadaian Syariah Makassar, Ust. Zaky Ahmad Rivai; Da’i Muda Nasional, Penulis Buku, dan Influencer, terakhir kegiatan ini dihadiri oleh para tamu undangan Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) X FoSSEI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, & Maluku sebanyak 153 orang yang merupakan delegasi dari 11 Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di Regional Sulselbartra & Maluku.

Kegiatan utama dari Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) X FoSSEI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, & Maluku adalah seminar nasional dengan tema “Reinforcing the ecosystem of the Islamic Financial Institution in the Sustainable Financial Implementation for National Economic Recovery” serta diskusi bersama tiga pemateri.

Adapun bentuk kegiatan di luar kegiatan lomba ialah Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan forum terbatas antara stakeholders yang berkaitan dengan literasi keuangan syariah, dilaksanakan pula kegiatan Sarasehan yang merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan sebagai ajang curahan KSEI dalam mengatasi persoalan dakwah ekonomi Islam, serta khusus peserta Muslimah dilaksanakan kegiatan Talkshow Srikandi yang membahas kajian, kisah muslimah di zaman nabi, kisah inspiratif Srikandi masa kini, serta hak dan kewajiban Srikandi.

Muhammad Rahmat (Pemateri Seminar Nasional) dalam kegiatan ini berujar bahwa “Kegiatan ini sangatlah bermanfaat, tinggal tindak lanjutnya setelah dilakukan seminar terkait banyak isu ekonomi Islam. Akan lebih bagus jika ada semacam workshop juga yang lebih teknis dan lebih mudah dipahami peserta.” Pungkasnya.

Sementara itu, Harpiani Hasdar selaku Steering Committee TEMILREG X menyampaikan bahwa “Kegiatan Temilreg X yang berlangsung selama 4 hari ini, berjalan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan disusun oleh panitia. Banyak hal yang didapatkan dalam kegiatan ini, diantaranya Ukhuwah diantara peserta yang terjalin begitu erat, ilmiah yang dilihat dari antusiasme peserta dalam menampilkan karya-karya terbaiknya serta dakwah yang tentunya tidak terlupakan dalam setiap kegiatan FoSSEI. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sponsor kami dalam kegiatan ini, terutama kepada pihak Yayasan Hadji Kalla yang telah mendukung kegiatan kami, semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut di waktu-waktu mendatang”, tandasnya.

Kurniawan Jaya, selaku PIC Program Aktif Positif Yayasan Hadji Kalla menjelaskan bahwa dukungan Yayasan Hadji Kalla kepada FoSSEI diberikan karena melihat isu yang diusung, yakni terkait isu Ekonomi Islam. “Kita mengapresiasi kegiatan ini, terutama tentang tema kebangkitan ekonomi Islam di era sekarang, sebuah tema yang sangat menarik. Saya kira ini adalah hal yang sangat positif yang dilakukan oleh teman-teman FoSSEI dan patut kita bantu. Kita berharap ada semakin banyak organisasi seperti FoSSEI yang melakukan kegiatan yang tidak hanya sekedar berkegiatan namun ada isu besar yang diangkat dan juga tentunya bisa membawa manfaat untuk masyarakat luas”, ungkap Kurniawan.

Dengan program Bantuan Kegiatan Aktif Positif, Yayasan Hadji Kalla ingin berkontribusi atas terlaksananya kegiatan positif yang dilakukan oleh lembaga, organisasi dan termasuk komunitas di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Proses pemberian bantuan ini rutin dilakukan setiap bulan dan telah membantu ratusan kelompok, organisasi dan komunitas di empat wilayah kerja Yayasan Hadji Kalla.

Lembaga yang berminat mendaftarkan kegiatannya bisa diakses melalui weblink berikut: bit.ly/aktifpositif.

(br)