YayasanHadjiKalla.co.id – Materi napza yang diberikan kepada anak-anak SD kelas 5 & 6 di SD Rajawali dan SD Pattompo 1 & 2 di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Makassar ini dilakukan sebagai tindakan penyuluhan, penyadaran, dan motivasi kepada anak-anak sekolah dasar yang mengalami masalah dengan narkotika, khususnya nge-lem untuk menyayangi tubuh mereka sendiri. Nge-lem yang dilakukan oleh anak-anak adalah jenis perilaku menyimpang yang paling sering dilakukan yang dimana disebabkan mudahnya akses untuk mendapatkan lem (lem aica aibon, lem castol, atau lem fox cair). Sebagian dari anak-anak sebenarnya tidak menyadari bahwa hal tersebut termasuk narkoba dan tidak mengetahui apa efeknya.

Beberapa anak ketika ditanya mengapa menghisap lem, rata-rata dari mereka menjawab ikut-ikutan dengan teman mereka. Kemudian mereka ditanya kembali apa efek yang dirasakan, mereka menjawab bahwa adanya rasa mengantuk dan mabuk. Namun, juga terdapat salah satu anak yang menjawab bahwa narkoba pertama kali dilihat dan belajar menggunakan dikarenakan melihat dari ayahnya. Hal ini kembali terkait ke masalah parenting.

Materi yang disampaikan terkait kerentanan anak-anak menggunakan napza, jenis-jenis napza, bahaya dari penggunaan napza, dan bagaimana cara melindungi diri dari napza. Napza marupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Narkotika atau narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, sedangkan psikotropika adalah zat yang tidak termasuk narkotika yang bersifat mempengaruhi saraf  sehingga terjadi kelainan mental dan perilaku pengguna. Baik narkotika maupun psikotropika hanya boleh digunakan oleh dokter atau petugas medis dalam tindakan medis, seperti operasi dan dengan dosis yang sesuai anjuran dokter atau apoteker.

Anak-anak rentan terhadap napza dikarenakan mereka ikut-ikutan atau diajak teman mereka, ingin tahu rasa narkoba seperti apa, menunjukkan solidaritas teman atau geng, menunjukkan sikap berontak kepada orangtua atau guru, melupakan masalah yang timbul baik di rumah maupun di sekolahnya, dan biar terlihat keren. Anak-anak yang ikut-ikutan atau diajak teman-temannya untuk mengonsumsi narkoba, dimotivasi dengan apa dampak dari perilakunya dan dimotivasi untuk berhati-hati dalam bergaul. Anak-anak dimotivasi untuk tidak mendekati narkoba, jika ada teman mereka yang mengajak dan mengancam untuk tidak masuk dalam geng apabila tidak ikut mengonsumsi narkoba, maka sebaiknya mereka pergi dan mencari teman bermain yang lain yang mengajak dalam kebaikan dan melakukan hal-hal positif.

Anak-anak mungkin berpikir bahwa menggunakan napza dapat membuat mereka terlihat keren, apalagi jika mengidolakan sosok tertentu yang mengonsumsi napza. Sehingga salah satu tujuan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah mengubah mindset anak-anak dengan menampilkan sosok-sosok perubahan orang-orang yang sebelum menggunakan napza dan setelah mengonsumsi napza  untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa dari rupa yang cantik/gagah, rapi, bersih, menjadi terlihat lebih tua dari usianya, kurus, dan tidak rapi.

Anak-anak juga diperlihatkan bagaimana kondisi otaknya ketika mereka sehat tanpa napza dan ketika menggunakan napza. Anak yang sehat tanpa napza memiliki gambaran otak yang utuh dan memungkinkan mereka dapat menerima pelajaran dengan baik, sedangkan anak yang menggunakan napza terdapat celah hitam pada otak bagian Pre Frontal cortex (PFC) atau otak bagian depannya. Celah hitam ini menandakan adanya kerusakan otak, yang dimana berefek pada kesulitan anak untuk menimbang hal baik dan buruk, kesulitan berpikir, kesulitan menerima pelajaran.

Bahaya napza dan alkohol juga telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 90-91, “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syeitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keuntungan (90). Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (91).”

Anak-anak walaupun tumbuh dalam lingkungan yang rawan narkoba ini, namun mereka masih memiliki cita-cita. Sebagian besar dari mereka sangat menyukai permainan sepak bola dan bercita-cita menjadi pemain sepak bola, ada juga yang ingin menjadi pemadam kebakaran, dan pramugari. Sehingga mereka dimotivasi kembali apakah dengan menggunakan narkoba mereka dapat menjadi pemain sepak bola handal, atau dapat belajar dengan baik mengejar cita-citanya. Maka salah satu pengarahan yang dapat dilakukan baik oleh orangtua dan guru adalah mengajak anak-anak untuk fokus pada hobi positif dan mengajak mereka untuk selalu berusaha meraih masa depan mereka. Selain itu orangtua dan guru juga memiliki kewajiban untuk selalu menasehati dan memotivasi anak-anak dengan kasih sayang untuk memperingati mereka agar selalu mengingat Allah dengan sholat dan mengaji, bergaul secara baik dan jangan takut kehilangan teman jika mereka mengajak ke arah yang salah, belajar bedakan mana hal yang baik dan hal yang buruk, serta jangan mencoba napza.

Rezume materi penyuluhan nafza untuk siswa sekolah dasar di Kelurahan Panambungan, Mariso, Makassar(27/10/2016)