YayasanHadjiKalla.co.id, Camba – Minggu, (28/10/2016) 39 Sarjana pendamping mengikuti pelatihan tools pendampingan sebagai bekal awal dalam pendampingan program desa bangkit sejahtera comdev Yayasan Kalla. Bertempat di Dusun Satoa Desa Pattirodeceng, Camba, Maros sarjana pendamping menghabiskan waktu selama delapan hari lamanya mempelajari metode dalam mengawal masyarakat untuk bangkit bersama.

Dimulai sejak tanggal 23-30 Oktober 2016, berbagai model pendampingan digunakan oleh sarjana pendamping agar program yang dicanangkan dapat terlaksana sesuai rencana. Dengan mengandalkan pengalaman selama satu tahun di desa dampingan sebelumnya, sarjana pendamping yang telah melewati beberapa permasalahan di desa berbagi dengan pendamping yang baru sekaligus membangun keakraban agar kerja lapangan bisa lebih tersturktur.

Abdul Hakim selaku manager program DBS menuturkan bahwa tahun ini, kita tidak melibatkan LSM luar dalam melaksanakan pelatihan, yayasan mencoba mandiri untuk menentukan arah dalam menjalankan visi DBS yakni mewujudkan desa dari swadaya menjadi swakarya, paparnya.

Untuk 6 desa yang lama, program akan diperbaharui dengan membuat kegiatan yang berkelanjutan. Sedangkan untuk 10 desa yang baru, sarjana pendamping akan melakukan survei pendalaman, seperti pengambilan data penduduk, aktivitas masyarakat, kalender musim, cara pemetaan tokoh masyarakat dan melakukan transek desa untuk melengkapi data sebelum membuat program sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Pattirodeceng, Kaharuddin menyambut dengan antusias tim sarjana pendamping yang ingin belajar bersama masyarakat dan berharap program yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik.

Dengan praktik langsung cara pengambilan data, sarjana pendamping dilatih untuk berkomunikasi dengan masyarakat desa, tidak canggung dan merasa malu kepada orang lain karena kedekatan antara pendamping dan masyarakat menentukan suksesnya suatu program.

Konsep pemberdayaan yang diusung dengan menyusun program sesuai potensi desa. Dari bidang pertanian, pendidikan, keagamaan, kesehatan dan kepemudaan. Membekali sarjana pendamping agar mampu  merangkul semua elemen masyarakat yang ada di desa.

2016-11-14T06:11:08+00:00